CARMELITA GUNAWAN, KTM MM SEMARANG

No matter what the Lord has called me to be.. I’m ready, Lord, use me

Rasanya bagian lirik dari lagu Journey of Youth ini benar-benar curahan hati (ciehhh) waktu Youth Day kemarin.

Saya baru kedua kali jadi sie acara, yang pertama waktu Rapat Kerja (Raker) KTM di Lembah Karmel (Januari 2015) yang sudah prepared, kita tinggal jalanin saja. Sedangkan sie.acara Youth Day ini relatif berbeda, kami buat konsep dari awal, buat konsep sesi, dan sebagainya istilahnya mulai dari 0. Ya, mulai dari 0.

Kedua kali jadi sie.acara, mikirin acara dari 0, dan jeng jeng.. Sie.acara ini dikumpulin dari berbagai kota, 3 orang dari Surabaya, 2 orang dari Malang, 1 orang dari Bandung dan saya sendiri dari Semarang. Koordinasi kami cukup susah, beberapa juga jangankan kerja bareng, kenal saja belum. Saya juga ngga terlalu paham kondisi di Tumpang kayak apa, bener-bener buta. Takut banget rasanya jadi koord, hampir ngga percaya, saya yang paling muda diantara semua anggota sie.acara dengan pengalaman minim.

Hari Kamis Jumat deg-degan kacau banget. Banyak yang misscom dan hal-hal terlewat. Rasanya saya begitu takut saya akan merusak acara 5 tahun sekali ini. Akhirnya, menuruti saran seorang suster, Jumat pagi saya mengambil waktu untuk duduk diam di hadapan Sakramen Mahakudus. Saat saya adorasi, air mata saya mengalir deras, saya bener-bener menangis, sesunggukan kayak anak kecil. Saya hanya merasa semua ini memang terlihat berat, tapi Tuhan sendiri yang telah memilih saya untuk ini. Saya mendapat kekuatan baru, saya sangat yakin dengan apa yang saya lakukan, rasanya plong bangetttt! Saya hanya memberikan diri saya untuk Dia pakai, karena saya yakin Dia telah pilih saya, ya, saya! Saya yang bukan siapa-siapa dengan pengalaman minim ini. Karena itu saya yakin, jika Dia telah memilih saya, mana mungkin Dia membiarkan saya bekerja sendiri tertatih-tatih dan “mengambruki” acara ini? Dengan itu, saya melangkah dengan sukacita, saya enjoy semuanya.

Ketika Sabtu mendadak hujan dan situasi panik, saya juga bisa lebih tenang. Walaupun saya tetap menangis karena hari terakhir masih tetap kacau, saya punya keyakinan. Waktu itu, dalam ketidakberdayaan, saya bilang ke Tuhan “Tuhan, aku tahu pelayananku pasti tidak cukup bagi orang-orang lain, tapi Engkau tahu ini untukMu dan aku hanya ingin ini cukup untuk-Mu”.  Dan ketakutanku benar-benar hanya peserta jadi down atau gimana, tapi rasanya saya benar-benar ikhlas karena keyakinan itu. Saya juga ngga berhenti doa Yesus :’)

Dengan segala yang saya alami, saya sadar Tuhan punya rencana. Dia memilih saya untuk melakukan hal di luar pikiran saya, tapi Dia sendiri yang turun tangan membimbing saya. Saya belajar menggantungkan segalanya padaNya, saya belajar untuk terus hidup di hadiratNya, saya belajar untuk melayani sepenuh hati. Yang terpenting, saya merasakan sukacita yang sesungguhnya yang merupakan anugerah Tuhan sendiri. Terkadang memang banyak hal yang terlihat begitu rumit dalam hidup kita, tapi dengan pengalaman kemarin, saya tahu hal-hal rumit itu benar-benar merupakan simple things for Him. Itulah bagaimana saya tetap menjaga sukacita saya dalam hati saya, “cause I have You, Lord, I have joy..” :)

 

Because He never fails, never has, never will

“Vivit dominus in cuius conspectu sto”