CAROLL, KTM MM DENPASAR

Hmmmm Youth Day ya…

Aku nggak terlalu berminat waktu diajak sama pelayan wilayahku untuk ikut acara ini. Ketika acara dimulai pun, aku pun masih dengan mental bahwa aku ke sini untuk jalan-jalan, mejeng dan cuci mata hahaha… Sampai akhirnya aku pelan-pelan ditegur lewat adorasi dan misa, bahwa aku ke sini tujuannya adalah untuk bertemu Tuhan.

Pelan tapi pasti, aku ngerasa kuat ada panggilan untuk memperbaiki komitmen doaku yang mulai kering, supaya kembali dekat dengan Allah. Itu pertama kurasain pas doa meditasi alam, bahwa tiap tumbuhan dan tanaman itu ga bisa hidup kalo ga dapetin sinar matahari atau aliran air. Kalo aku mau hidup, apalagi menjawab panggilanku sebagai pelayan sesamaku, ga mungkin tanpa kekuatan Tuhan sendiri. Tuhan sungguh baik. Ketika adorasi, aku ngerasa dipanggil untuk nyerahin diriku seutuhnya, baik kelebihan, kebanggaan, bahkan kekurangan dan rasa sakit dan lelah yang kurasain selama ini. Nggak tahu apa yang bisa ngelukisin perasaanku waktu itu. Rasanya luar biasa damai, aku diterima apa adanya. Dan ga cuma itu, rasanya aku seperti ditarik untuk mencintai Allah dan manusia juga, bagaimanapun dia.

Next, pas ce Evy ngasi sharing tentang joy, secara ga sengaja, mataku tertuju pada tumbuhan kecil yang diinjak ce Evy. Seakan-akan aku diberitahu kalo pelayanan itu ya seperti itu, harus siap diinjak orang lain dan dianggap tidak ada. Wah sulit yah. Jujur aku agak enggan ngejawab panggilan untuk mencintai seperti itu. Sulit buatku….

Trus pas misa di gua Maria, aku liat lagi tumbuhan kecil itu. Kaget pas liat ternyata tumbuhan itu masih tegak berdiri. Besoknya, ada sesi dari tante Eleine, dan menariknya ada satu slide yang nunjukin gambar rumput. Di situ dikatakan kalo walaupun rumput itu kecil, tapi Tuhan selalu memperhatikannya. Wah!

Lanjut pas outbound, ada games yang jadi buta, bisu, tuli, lumpuh. Aku kebetulan jadi si bisu, jadi tenagaku dipake banget. Ada satu bagian dimana kita semua harus  ngelompatin tali. Aku coba berlutut, supaya temen-temen yang lain bisa naik pahaku, terus lewatin tali itu. Ternyata ga bisa. Temenku jatuh, karena pahaku ga cukup lebar. Tiba2 aku ingat tentang si rumput kecil itu “rela di injak”. Itu yang terdengar dari dalam hatiku. Dan akhirnya aku turun ke tanah, dalam posisi merangkak, supaya yang lain bisa naik punggungku. Ada sukacita  yang memenuhi hatiku pas aku cerita tentang pengalamanku outbond itu.

Pada saat ada tantangan untuk melayani dan berkorban, -di Denpasar ini- aku jadi ingat pengalamanku yang diinjak itu. Foolish kelihatannya, tapi ada Joy itu.. Sukacita.. itu jadi power buatku buat mau maju dan melayani atau berkorban.

Aku yang tadinya mau berangkat dengan tujuan senang-senang, tapi Tuhan ubah dan jadi bawa bekal yang luar biasa buat perjalananku di sini. Senang rasanya :) Tuhan Yesus baik!