CLARA OLIVIA, KTM MM PONTIANAK

Hello! Pertama-tama, saya beryukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk memberikan sharing Youth Day ini!

Tanpa Dia, saya tidak akan pergi ke acara yang keren dan penuh berkat ini, yang mana hanya diadakan 5 tahun sekali. Kami KTM MM Pontianak harus melewati banyak hal sebelum kami dapat menghadiri Youth Day ini. Saya dan beberapa teman pun memiliki masalah dengan Kepala Sekolah kami. Saya punya bad feeling, walaupun sudah memiliki surat izin dari KTM. Beliau orang yang keras sehingga sulit untuk mendapat persetujuannya. And boom! I was right! Beliau tidak mengizinkan kami untuk pergi. Pada saat diruangannya saya terus berdoa kepada Tuhan, memohon agar beliau mempertimbangkannya kembali. Walaupun kami berdebat kecil namun akhirnya beliau mengizinkan kami! Yay! Saya sangat senang Tuhan menolong kami, dan jika bukan karena Dia, mungkin saya pun tidak akan menulis sharing ini.

Selama Youth Day, saya belajar banyak hal baru dan bertemu dengan banyak teman baru! Sulit dipercaya anggota KTM dari berbagai daerah dapat bertemu dan berkumpul di Malang! Benar-benar mengagumkan dan itulah karya Tuhan yang ajaib! Ada banyak acara-acara yang sangat membahagiakan di Youth Day ini. Secara pribadi saya menyukai sesi Pembaharuan Pencurahan Roh Kudus. Meskipun saya tidak resting, namun saya merasakan kedamaian di hati – seperti terlahir menjadi pribadi yang baru.

Setelah Youth Day saya merasakan Joy, bukan happiness. Itu berbeda sesuai sesi ce Evy, “Joy vs Happiness”. Saya mengerti apa itu happiness dan Joy dan kedua hal itu adalah hal yang berbeda. Happiness merupakan hal-hal yang kita nikmati – berpesta, misalnya. Yah kita menikmati pesta tapi tidak berlangsung lama – sedangkan Joy merupakan sesuatu yang dapat kita rasakan setiap saat. Cukup berbeda, bukan? “Aku datang untuk melayani, bukan dilayani.” Saya belajar bahwa kita harus berkorban (sacrifice) dan mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri kita sendiri. Lucunya bahwa Romo Agus mengatakan banyak orang salah mengartikan ‘berkorban’ itu sendiri. Kebanyakan orang berpikir itu sebagai ‘victim’, sedangkan yang dimaksud adalah ‘sacrifice’. Sesi Romo Agus sangat menghibur bahkan ketika Ia bernyanyi “Bintang kecil, di langit yang kecil~ amat kecil, menghias yang kecil~” Hahahaha!

Di Youth Day tidak hanya sesi atau acara doa, namun ada juga waktu dimana kami bersenang-senang bersama – khususnya pada saat outbound. Saya berada di kelompok 6 dan bersaing dengan kelompok 1, 11 dan 16. Saya kaget ketika ce Sheiren mengatakan bahwa semua permainan diambil dari teladan 5 kudus karmel. Sebelum memulai outbound setiap kelompok diberi sebutir telur. Telur ini ternyata merupakan simbol ‘kehidupan’ kami. Sekali telur itu retak, maka melambangkan kehidupan kami pun yang retak. Namun ini kesimpulannya : telur yang hancur memberi makna bahwa kehidupanmu pun mengalami pemurnian. Meskipun kelompok kami tidak menang sebagai “The Best Team” tetapi kami menghargai setiap perjuangan anggota kelompok dan kami sangat menikmati permainan ini bersama, because victory isn’t what we prioritize! Ada juga hari dimana kami menampilkan stand kota kami masing-masing (Expo KTM). Saat-saat itulah kami mulai mendapatkan teman baru dari kota yang berbeda-beda, mengenal lebih dekat, dan bersosialisasi dengan mereka. Yah, apalagi dengan teman sekamar yang isinya 12 orang (kami ditaruh di kamar yang berbeda-beda bersama dengan teman dari daerah yang berbeda-beda pula!) tetapi pada saat Expo kami semakin dekat dan saya sangat bersyukur akan hal itu.

Overall, benar-benar menyenangkan bahkan 4 hari pun tidak terasa berada di acara ini! Pengennya bisa lebih lama lagi, tapi saya harus bolos sekolah, jadi tidak apa-apalah. Perjalanan yang singkat namun terkenang selamanya :) Youth Day berikutnya saya pasti akan ikut lagi! Dan saya harap akan lebih banyak lagi saudara-saudari dari kota lain yang akan datang. Lastly, here’s a quote from session 1 presented by Romo Agus:   “Iman tanpa perbuatan adalah mati!” . Amen and God bless you all!