DIVIA INDIRA, KTM MM LAMPUNG

Syalom!

Saya Divia Indira Arifin, salah satu dari 3 orang perwakilan KTM MM Distrik Lampung yang mengikuti acara KTM Youth Day 2015. Saya biasa dipanggil Divia atau Via.

Kami tiba di Pertapaan Karmel kurang lebih pukul 3:30 sore, langsung buru-buru mengambil kunci kamar, dan ternyata kami semua yang dari rombongan Lampung terpisah. Selama acara opening, kami sangat excited, mulai dari puji-pujian, Misa oleh Romo Innocentius CSE, sampai akhirnya gong 3x dibunyikan. Kami sangat senang dan sambil berusaha menikmati nuansa di sana yang makin sore makin dingin dan bertemu dengan bermacam-macam orang dari daerah lain.

Kami begitu menikmati acaranya sampai pada akhirnya kami pun terlibat sedikit debat kecil, tentang menampilkan stand kota. Kami sudah membawa bahan-bahan untuk stand kota, tetapi saat tiba disana  justru malah galau, kira-kira bisa gak ya, kita kan cuma bertiga. Tapi puji Tuhan akhirnya kami bisa menampilkan stand kota dengan baik, walau stand kami harus bergabung dengan stand dari Manado, hal itu tidak menjadi masalah karena dengan bergabungnya stand dari 2 kota tersebut, kami dapat saling mengenal satu sama lain. Jadi nambah luas lagi kan pergaulannya, hehehe.

Tentang adorasi dan PPRK (Pembaharuan Pencurahan Roh Kudus). Saat adorasi saya merasa saya tidak mendapat apa-apa, karena pada saat itu saya merasa sangat ngantuk dan juga sangat kedinginan hahaha. Sebelumnya saya belum pernah mengikuti kegiatan yang semacam itu, hanya pernah mendengar dari orang-orang saja, jadi saya tidak tahu. Tetapi yang jelas pada saat adorasi dan PPRK saya benar-benar mencurahkan semua pikiran, beban, dan perasaan saya kepada Tuhan.

Sebelum saya pergi, saya memiliki sedikit masalah dengan teman saya. Saat adorasi dan juga PPRK, saya berdoa agar hubungan saya dan teman saya dapat membaik, dan ternyata setelah saya pulang dari KTM Youth Day dan kembali ke sekolah, hubungan kami secara tidak langsung berangsur-angsur membaik.

Ada 5 sesi yang diadakan saat Youth Day, dan sejujurnya saya tidak menyimak dengan baik hahaha. Tetapi saya mendapat poin dari 5 sesi yang diadakan tersebut, bahwa untuk menjadi seorang pelayan Tuhan ternyata tidaklah mudah. Akan ada banyak rintangan dan tantangan. Namun kita sebagai pelayan Tuhan haruslah siap menghadapi semua itu dengan menjadi orang yang lebih rendah hati, mau berkorban, tidak mengharap balas, tidak mudah menyerah dan mudah sakit hati lalu keluar dari komunitas dan bergabung dengan komunitas lain. Dan juga tetap harus banyak berdoa agar kita semakin dikuatkan dalam Tuhan. Amin :)

KTM Menginjil, Berbagi Sukacita!