FRANSISKA MARIETA, KTM MM JAKARTA

Halo, perkenalkan nama saya Marieta, atau biasa dipanggil Eta. Saya anggota KTM Muda-Mudi Jakarta. Saya bukan asli orang Jakarta. Sejak masih SMA saya sudah merantau. Mungkin karena saya adalah orang yang berjiwa bebas jadi saya mudah bosan dengan hal yang monoton. Apalagi dengan tinggal sendiri rasanya sangat mudah mau kemana-mana, nggak perlu ijin sana-sini. Biasanya saya memberitahu orang tua kalau sudah sampai tempat tujuan. Saat akan mengikuti Youth Day KTM JOY 2015 pun saya mendaftar tanpa memberitahu orang tua terlebih dahulu. Satu hal yang saya lupa pikirkan: perginya pakai ongkos kan?

Akhirnya saya memberitahu orangtua kalau saya akan pergi ke Tumpang beberapa hari untuk ikut YD. Kalimat pertama yang orang tua saya katakan adalah: “Ngapain? Ga usahlah, buang-buang uang. Ntar kuliah kamu gimana? Bolos?” Jleb! Kalimat itu langsung mengingatkan kalau saya belum mengecek jadwal apakah saya “free” pada tanggal tersebut. Saya memutuskan untuk mengabaikan dulu mengenai jadwal dan membujuk orang tua untuk “membiayai” saya. Awalnya mereka cuek, tapi entah bagaimana beberapa minggu kemudian malah orang tua saya yang menanyakan nanti saya ke Tumpang naik apa, biayanya berapa, mau ditransfer sekarang apa nanti? *terharu* Yeeaah God rules!

Motivasi saya ikut Youth Day salah satunya karena saya mencari pelarian dari rutinitas sehari-hari yang super monoton dan .. monoton. Sebagai ko-ass gigi atau drg muda, sibuk mencari pasien ditambah “kejar-kejaran” dengan dosen ssudah menjadi perjuangan sehari-hari. Bahkan untuk merencanakan “libur” juga perlu perjuangan. H-7 keraguan untuk berangkat Youth Day muncul. Selain karena jatah “libur” mepet bahkan pas-pasan (kebanyakan libur = failed) juga karena kerjaan-kerjaan yang belum selesai. Tapi karena keinginan yang kuat, pada akhirnya lagi-lagi entah bagaimana, semuanya terselesaikan. Yeeaah God rules!

Hingga pada hari keberangkatan Youth Day, kami (saya dan dua orang teman) hampir tidak jadi berangkat karena tiket kereta kami (dari Jakarta ke Malang) terbawa oleh teman yang tidak jadi berangkat. Untungnya, kami diberi surat jalan oleh petugas customer service stasiun. Lagi-lagi, God rules!

Intinya, kalau Tuhan berkehendak, pasti terjadi. Dari yang masih ragu-ragu mau ikut atau nggak akhirnya bisa sampai Tumpang dan ikut Youth Day. JOY 2015 merupakan Youth Day yang pertama buat saya. Nggak menyesal ikut Youth Day, bisa seru-seruan bareng teman-teman KTM dari berbagai daerah. Kapan lagi bisa belajar banyak sambil bersenang-senang? JOY 2015 ini juga sebagai reminder untuk kita (terutama saya) untuk semakin aktif dan bersemangat dalam melayani dan berbagi sukacita dengan orang-orang disekeliling kita.

“Joy is sometimes a blessing, but it is often a conquest. Our magic moment help us to change and send us off in search of our dreams. Yes, we are going to suffer; we will have difficult times, and we will experience many disappointments- but all of this is transitory it leaves no mark. And one day we will look back with pride and faith at the journey we have taken.”

-Paulo Coelho, By The River Piedra I sat Down and Wept