HENNY HENDRA, KTM MM PONTIANAK

Bello! Saya Henny dari KTM MM Pontianak. Saya akan bercerita tentang apa yang saya rasakan sebelum dan sesudah mengikuti Youth Day 2015 ini.

Pada awalnya saya tidak tertarik untuk ikut Youth Day mengingat orang tua, khususnya papa, tidak mendukung saya untuk pergi. Kecewa dan kesal tapi saya tetap diam dan cuma cerita dengan mama. Teman-teman bahkan sampai bantu ngelobby mama supaya saya boleh pergi. Puji Tuhan mama suruh ikut saja Youth Day (because she knows me the best) dan akhirnya saya nekat pergi dengan langsung membeli tiket dan membayar uang pendaftaran Youth Day (SOOOO HAPPYYY!!). Setelah itu barulah saya memberitahu papa dan Puji Tuhan papa tidak marah meskipun mukanya tidak tersenyum (hahaha sorry pa).

Tetapi ketika kami mulai sibuk dengan persiapan keberangkatan Youth Day, saya jadi merasa malas dan capek. Euforia ketika mendaftar ikut Youth Day tiba-tiba hilang entah kemana. Mungkin karena saat itu kami baru selesai dengan kepanitiaan camping rohani di Bandol dan acara Welcome Party camping yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan sel baru yang harus dibina untuk sementara waktu. Capek melakukan pelayanan dan tuntutan kerjaan membuat saya jadi malas dan jenuh. Rasanya tidak ada semangat untuk ikut Youth Day meskipun sudah mendengar cerita dari teman-teman KTM MM yang sudah pernah ikut sebelumnya. Tetapi saya dikuatkan oleh salah seorang teman sel saya, Nungkas, untuk tetap ikut Youth Day. Dia mengingatkan bahwa di Youth Day kami bisa bertemu banyak teman dan keluarga dari seluruh daerah dan kami pasti akan banyak bertukar pikiran tentang pelayanan yang sudah pernah dilakukan.

Akhirnya saya pun menyiapkan koper di detik-detik terakhir H-1. Malas-malasan, lelet kesana kemari, malas ngurusin batu-batu sandungan yg muncul ketika kami akan berangkat. Berangkat dan sampailah di Malang dijemput oleh Aldo dan sampai ke Pertapaan Karmel.

Rasa tidak nyaman dan malas tetep terasa sampai pada sesi pertama yang dibawakan oleh Romo. Di sesi pertama itu, saya langsung terkesan dan merasa sesi ini kena banget dengan apa yang saya rasakan. Mulai muncul api semangat dalam hati dan semakin berkobar api semangatnya ketika saya mendengar sesi sharing dari Ce Evy yang lagi-lagi sama persis dengan apa yang saya alami (thanks ce sharing-nya sangat membangun). Dari situ saya pun mengerti dan mendapat penyegaran rohani kembali. Sungguh-sungguh menyegarkan. Hehehe. Thank you Youth Day!

Saya bersyukur sekali saya boleh ikut Youth Day yang hanya diadakan setiap 5 tahun sekali ini. Saya merasa semangat pelayanan saya dipulihkan dan tujuan pelayanan saya semakin dimurnikan. Sukacita yang sungguh meluap di hati ini ingin saya bagikan dengan teman-teman MM lainnya yang tidak bisa ikut Youth Day. Saya ingin teman-teman lainnya juga mengerti bagaimanakah pelayanan yang baik dan tulus. Maka saya memutuskan untuk memulai dengan melayani orang-orang terdekat yaitu keluarga dan teman-teman sekitar kita. Saya berharap dengan begitu, KTM MM Pontianak boleh belajar tentang semangat pelayanan yang penuh dengan sukacita dan ketulusan hati dan segala pelayanan kita yang kita lakukan hanyalah untuk Tuhan. Bukan karena adanya kepentingan pribadi yang dikejar.

Semoga di tahun 2020 nanti saya masih boleh ikut Youth Day (kalo masih MM hahaha). Dan semoga KTM khususnya Muda-Mudi boleh tetap semangat dalam pelayanannya dan kita boleh membawa segala sukacita yang dirasakan di dalam Tuhan  kepada saudara atau teman kita yang lain.

KTM Menginjil, Berbagi Sukacita! Tuhan memberkati.