IVANA JASMAN, KTM MM SURABAYA

Awalnya, sebagai seseorang yang baru saja memasuki dunia kerja, saya tidak berharap dapat mengikuti camping ini. Tapi ketika mengikuti kegiatan bersama Romo Gaby di Catholic Center, saya tertarik untuk mengikuti Youth Day KTM. Saat itu dijelaskan kalau KTM Muda Mudi akan berkumpul bersama, ada penjelasan mengenai santo–santa Karmel, kita juga akan bersama – sama membahas sesuatu dan melakukan pergerakan. Youth Day 2015 akan berbeda.

Sayangnya pada pelaksanaan Youth Day ini, ada beberapa hal yang tidak memenuhi ekspektasi saya:

  1. Konten sesi

Di sebagian sesi tidak saya temukan kesinambungan antara judul sesi dan topik yang dibawakan pembicara. Joy Has No Limit, atau Dare to be Joy, pada akhirnya kedua sesi ini bercerita tentang kegembiraan dalam pelayanan. Bukannya saya bilang kalau sesi ini jelek, tapi kurang tepat sasaran dengan tema yang diberikan.

  1. Jadwal Acara

Saya sangat kecewa karena semua acara tidak sesuai dengan jadwal yang ada.

Apakah akhirnya KTM menjadi Komunitas Tukang Molor? ini juga merupakan refleksi pribadi dari seluruh anggota di komunitas ini.

  1. Komunikasi panitia

Terlihat kalau antar panitia ini tidak ada komunikasi yang intens. Sebagai contoh: dalam hari yang sama, panitia yang sama, tapi penjelasan di pagi hari dan sore hari sudah berbeda.

Saya toh pada akhirnya menemukan teman-teman baru dalam KTM, semakin dekat dengan teman–teman KTM sekota yang lain. Tapi, saya hanya berharap KTM Indonesia sebenarnya bisa melakukan jauh lebih baik dari pada kumpul-kumpul gembira bersama ini. Saya rasa KTM Indonesia bisa kok membuat YD yang memiliki value added lebih banyak dari pada ret-ret pada umumnya, dengan sesi – sesi yang KTM sekali.

Ke depannya, saya memiliki beberapa harapan untuk topik yang akan diulas di dalam Youth Day selanjutnya.

  1. Topik Santo – Santa Karmelit dan teladannya

Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai jalan kecil St. Theresia dari kanak-kanak Yesus, malam gelap St. Yohanes Salib, maupun Puri Batin St. Teresa dari Avila. 8 tahun saya di KTM, tapi saya masih belum mengetahui teladan-teladan dan nilai – nilai Karmelit mereka, dan saya merasa malu. Jadi, saya berharap sekali, Youth Day bisa menjawabnya, tapi ternyata tidak jadi dibawakan.

  1. Arah dasar KTM Muda – Mudi ke depannya

Youth Day sebenarnya bisa digunakan sebagai ajang konferensi bersama seluruh KTM Indonesia, untuk membahas arah dasar KTM 5 tahun ke depan. Adalah suatu hal yang baik kalau KTM MM pun memiliki arah dasar yang ingin dicapai dan dihayati selama 5 tahun ke depan.

Having fun is good. But joy is more.” Exactly. Joy yang berkualitas itu lebih dari sekedar berkumpul bersama dan tertawa bersama. Saya bersyukur mengikuti Youth Day 2015, mempelajari hal baru, mengubah cara saya bersikap, dan saya yakin tanpa perlu saya sebutkan, pasti masing – masing pihak pun juga belajar satu sama lain.

Saya berharap ada perubahan nyata untuk bersama-sama membangun KTM menjadi lebih baik lagi ke depannya, karena saya yakin kita semua yang membaca sharing ini sama – sama mencintai KTM dan mau KTM jadi lebih baik lagi. Terima Kasih.